Peringatan 1 desember

Pasar Sepi, Sekolah Diliburkan

Kompas.com - 01/12/2011, 09:34 WIB

MANOKWARI, KOMPAS.com- Terkait perayaan HUT Organisasi Papua Merdeka ke-50, Kamis (1/12/2011), sejumlah sekolah di Manokwari diliburkan. Sementara itu, aktivitas perdagangan di pasar tradisional juga sepi.

Sejumlah sekolah, mulai dari SD, SMP, dan SMA, diliburkan karena khawatir situasi tidak aman selama perayaan HUT OPM tanggal 1 Desember. Selain banyak guru yang tidak datang mengajar, siswa-siswa juga banyak yang tidak berangkat sekolah. Seperti di SMPN 1 Manokwari, hanya lima guru dari 20-an guru yang masuk.

"Siswa juga banyak yang tidak masuk. Tidak sampai setengah dari 788 siswa terdaftar. Orang tua yang mengantar ada yang menunggu di luar sekolah," kata Ramlan, guru di SMPN 1 Manokwari.

Kondisi yang sama juga terlihat di SMA 1 Manokwari, siswa berkerumum di halaman sekolah karena guru-guru tidak memberikan pelajaran. Padahal gurunya masuk, meski tidak semuanya masuk sekolah. Sebenarnya, tidak ada perintah untuk libur, namun karena gurunya resah terpaksa sekolah diliburkan. 

Suparno (45), orang tua salah seorang murid di SMPN 3 Manokwari mengaku was-was, tapi dia tetap mengantarkan anaknya bersekolah karena tidak ada imbauan libur. "Khawatir juga, tapi tidak ada perintah libur dari sekolah, ya saya antar saja dia ke sekolah. Padahal, saya saja tidak ngantor karena kantor tutup," kata dia.

Sementara itu, kondisi dua pasar trasidional di Manokwari, Pasar Wosi dan Pasar Sanggeng sepi aktivitas. Tidak banyak lapak dan toko yang buka dan pembeli tak banyak terlihat.

Marlina, pedagang di Pasar Wosi mengatakan, sedikit pedagang yang berjualan. Apalagi pedagang dari daerah Masni, Prafi, dan Minyambauw. "Mulai kemarin memang sudah sepi, tapi hari ini sepi sekali," kata pedagang yang mengaku tidak nyaman dengan situasi ini.

Perayaan HUT OPM akan dipusatkan di Lapangan Borasi dengan aksi doa dan orasi politik. Panitia dan massa peserta perayaan diminta tidak mengibarkan atau membentangkan bendera bintang kejora.

Kesepakatan ini telah disepakati oleh Muspida Manokwari dengan elemen masyarakat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau